Diary Penderita GERD Bagian II

Kini waktunya Allah memberikan kasih sayangnya kepadaku. Dia mengizinkanku untuk membersihkan dosa-dosaku. Aku hanya bisa berikhtiar, berdoa, bertawakal kepadaNya.

Sudah banyak gejala yang aku rasakan selama aku divonis GERD oleh dokter Dadang, yaitu:

1. Kesulitan menelan

2. Sendawa berkepanjangan

3. Telinga berdenging

4. Hidung tersumbat

5. Jantung berdebar-debar

6. Tangan kiri dan badan kebas

7. Pegal di tengkuk leher belakang

8. Mulut pahit

9. Kerongkongan panas

10. Perut kembung

11. Ulu hati nyeri saat ditekan

12. Sesak nafas

13. Dsb

Jujur, aku sedih. Tidak pernah aku merasakan sakit selama ini. Ini sudah bulan kedua aku menderita GERD dan kondisiku masih belum stabil.

Selain GERD, aku juga mengalami cemas berlebih. Terkadang, membuat aku menjadi insomnia. BBku pun turun 5 kg dalam 2 bulan terakhir. Syukur alhamdulillah sudah naik perlahan.

Semua yang terjadi kepadaku ini membuatku beristigfar, memohon ampunan Allah atas segala dosa-dosaku. Begitu kotor diri ini. Selama ini aku tidak menjaga nikmat yang seharusnya aku syukuri. Hobiku adalah makan-makanan super pedas dan asam. Kini, asam lambungku berlebih sehingga sampai reflux ke atas. Ya, Allah sayang kepadaku. Dia mengingatkanku atas dosa-dosaku yang telah zolim kepada tubuhku.

Aku juga banyak melakukan dosa-dosa lainnya.

Mengingatkanku untuk banyak bertaubat. Karena bagaimana pun pengobatan yang aku ambil, tidak akan bermanfaat jika Allah tidak mengizinkanku untuk sembuh.

Ya Allah, aku tahu Engkau Maha Adil. Aku yakin inilah yang terbaik yang Kau inginkan atas diriku. Berilah aku kesabaran melewati ini semua, berilah ampunan kepada Hamba atas kekotoran di diri ini, berilah pertolongan kepada Hamba agar Hamba sehat kembali.

Advertisements

Diary Seorang Penderita GERD Bagian I

Ada kalanya seorang itu berbahagia sepanjang waktu dan ia lupa bersyukur, siapa kiranya yang memberinya kebahagiaan. Terlalu berlebihan dalam membahagiakan diri, lupa akan batas. Tidak merasakan kesulitan dalam jangka waktu yang lama, semua berjalan sesuai dengan apa yang dia inginkan.

Namun ada saatnya Sang Pencipta akan menegurnya, mengingatkannya apa sebenarnya hakikat dari kehidupan seorang manusia seperti dirinya, yaitu hanya beribadah kepada-Nya.

Aku berharap dengan menuliskan kisah hidupku ini menjadi pembelajaran untuk kita semua.

Tahun 2017 adalah awal mulaku berhijab. Di balik keputusanku untuk mengenakan hijab, juga terdapat kisah yang sullit. Tanggal 23 September 2017 saat peristiwa equinox, aku, suami, dan putera pertamaku pergi ke RS Hermina Jatinegara, untuk memeriksakan kondisi putera pertamaku. KGB yang sempat membengkak di lehernya. Kemudia minggu itu pula, tepatnya di tanggal 25 September 2017 amandelku sempat membengkak dan sembuh 2 hari setelahnya. Lalu selebihnya aku terkena radang tenggorokan ringan. Ringan dan tak kunjung sembuh hingga satu bulan lamanya. Awalnya aku tidak ingin memeriksakan ke dokter karena pasti akan diberi obat antibiotik dan aku hanya minum madu, berharap radang tenggorokanku bisa sembuh dengan sendirinya. Sebenarnya, radang tenggorokanku tidak terlalu mengganggu tetapi aku ingin semuanya seperti sedia kala.

Semenjak berhijab, tengkuk leherku juga sering sekali pegal, aku tidak tahu apa sebabnya. Aku berpikir mungkin itu salah satu ujian bagi para hijaber pemula. Hari Jumat, tanggal 13 Oktober 2017, karena semalam sebelum tidur aku kesulitan menelan ludah, merasakan tenggorokanku sepertinya semakin parah saja. Keesokan harinya aku masuk kerja, sarapan dan minum jus tomat, semakin tidak bisa menelan saja. Akhirnya aku pergi ke RS THT Proklamasi dicek oleh seorang dokter senior, beliau bilang, aku sedang radang tenggorokan dan terdapat pembengkakan konka hidung akibat rhinitis alergiku. Kemudian aku mendapati 3 jenis obat, Cetaflam, Rhinos, dan antibiotik. Lalu mumpung aku sedang di luar, aku teruskan ke Puskesmas tempat BPJS Faskes Tingkat I-ku terdaftar, untuk mengecek limpomaku. Untunglah aku mengalami pencerahan sedikit tentang dua penyakit yang sudah aku derita lama, rhinitis alergi dan limpoma.

Selang empat hari setelah itu, aku diare, badanku sempat demam. Dan tetap menghabiskan obat yang diberikan dokter senior itu. Beberapa hari setelahnya aku masuk kerja, lalu di jam istirahat aku makan siang bersama suami. Sempat minum jeruk hangat, lalu setelah itu, kembali aku tidak bisa menelan. Aku panik, dan memintanya mengantarku ke RS THT Proklamasi. Dicek oleh dokter THT yang berbeda, ia mengatakan kalau aku sedikit radang dan ada asam lambung yang naik. Resep obat yang diberikan tidak aku tebus karena pasti akan mahal seperti sebelumnya. Inilah awal mula aku tahu bahwa aku tidak hanya radang tenggorokan tetapi ada penyakit lain yang sedang ada di dalam tubuhku.

Tanggal 2 November 2017, pagi hari aku ke RS MMC, ke dokter spesialis penyakit dalam senior. Dicek, diberikan banyak obat. Dokternya sangat senior, kurang komunikatif, beliau hanya mengatakan asam lambungku naik. Keadaanku tidak juga membaik, padahal sudah mengkonsumsi obat dari beliau. Beberapa kali selama aku radang tenggorokan, aku juga suka berkumur dengan bawang putih halus, kadang mengunyahnya, mencocol bawang putih halus ke pangkal tenggorokan, padahal tindakan itu adalah tindakan buruk bagi yang lambungnya sedang kosong apalagi bermasalah.

Perbandingan Otak Pria dan Wanita

1. TUGAS GANDA
Wanita – Proses Majemuk
Otak wanita dirancang untuk berkonsentrasi pada beberapa tugas sekaligus. Wanita bisa nonton TV dan bicara melalui telepon sambil memasak.

Pria – Proses Tunggal
Otak pria dirancang untuk berkonsentrasi hanya pada satu tugas dalam satu waktu. Pria tidak bisa menonton TV dan berbicara melalui telepon pada saat yang sama. Mereka berhenti menonton TV kemudian berbicara. Mereka hanya akan dapat menonton TV saja atau berbicara melalui telepon saja atau memasak saja.

2. BAHASA
Wanita dapat mempelajari banyak bahasa dengan mudah, tetapi mereka tidak dapat memecahkan masalah dengan mudah. Pria tidak dapat belajar bahasa dengan mudah, tetapi mereka dapat memecahkan masalah dengan mudah. Itu sebabnya rata-rata seorang anak perempuan berusia 3 tahun memiliki kosakata tiga kali lebih tinggi dari seorang anak laki-laki berusia 3 tahun.

3. KETERAMPILAN ANALISIS
Otak pria memiliki banyak ruang untuk menangani proses analisis. Mereka dapat menganalisis dan mencari solusi untuk merancang peta bangunan dengan mudah. Jika peta kompleks dipandang wanita, mereka tidak dapat memahaminya. Wanita tidak bisa memahami detail dari peta dengan mudah, bagi mereka itu hanya tumpukan garis pada kertas.

4. BERKENDARA MOBIL.
Selama mengendarai mobil, ruang analisis pria digunakan otaknya. Mereka bisa mengendarai mobil dengan cepat. Jika mereka melihat sebuah objek pada jarak jauh, otaknya segera mengklasifikasikan objek (bis atau van atau mobil) beserta arah dan kecepatan objek dan mereka dapat berkendara dengan baik. Sedangkan wanita membutuhkan waktu yang lama untuk mengenali objek / arah / kecepatan. Proses pemikiran pria tunggal sehingga akan mematikan audio mobil (jika ada), kemudian berkonsentrasi hanya pada mengemudi.

5. BERBOHONG
Ketika pria berbohong di depan wanita, mereka tertangkap dengan mudah. Secara alami otak wanita dapat mengamati ekspresi wajah 70%, 20% bahasa tubuh dan kata-kata yang berasal dari 10% mulut. Otak pria tidak memiliki ini. Wanita mudah berbohong di depan pria. Jadi para pria sebaiknya jangan berbohong dengan menatap wajah sang wanita.

6. PEMECAHAN MASALAH
Jika seorang pria memiliki banyak masalah, otaknya jelas mengklasifikasikan masalah dan menempatkan mereka di ruang tersendiri dalam otak, kemudian menemukan solusi masalah satu per satu. Anda dapat melihat banyak orang yang melihat langit untuk waktu yang lama. Jika seorang wanita memiliki banyak masalah, otaknya tidak bisa mengklasifikasikan masalah. dia ingin ada orang mendengarnya. Setelah menceritakan segala sesuatu untuk seseorang, ia pergi dengan gembira ke tempat tidur. Ia tidak khawatir apa masalahnya terpecahkan atau tidak.

7. YANG MEREKA INGINKAN
Pria ingin status, sukses, solusi, proses yang hebat, dll. Sedangkan wanita ingin hubungan, teman, keluarga, dll.

8. KETIDAKBAHAGIAAN
Jika wanita tidak puas dengan hubungan mereka, mereka tidak dapat berkonsentrasi pada pekerjaan mereka. Jika pria tidak puas dengan pekerjaan mereka, mereka tidak dapat berkonsentrasi pada hubungan mereka.

9. PIDATO
Wanita menggunakan bahasa tidak langsung dalam pidato. Tapi pria menggunakan bahasa langsung.

10. PENANGANAN EMOSI
Wanita banyak bicara tanpa berpikir. Pria bertindak banyak tanpa berpikir.

Siapa Bintang Video Klip Call Me Maybe – Carly Rae Jepsen?

Mari kita ulas behind the scenes video klip “Call Me Maybe”:

Video klip “Call Me Maybe” ditulis dan disutradarai oleh Ben Knechtel. Ide utama di balik konsep Video klip  “Call Me Maybe” adalah memiliki twist ending, Ben Knechtel tidak ingin membuat video seperti kisah cinta anak muda kebanyakan ‘seorang anak laki-laki bertemu dengan seorang gadis’.

Video klip “Call Me Maybe” sudah ditonton lebih dari 100 juta kali di Vevo dan YouTube pada 10 Juni 2012.

Video klip “Call Me Maybe” dimulai saat Jepsen memata-matai tetangganya yang sedang memotong rumput di halaman rumahnya, ia adalah Holden Nowell. Nowell pria yang sangat tampan, lengkap dengan tubuhnya yang sangat atletis. Videonya semakin membuat para remaja terpikat dengan Nowell saat ia melepas kaosnya. Ada adegan lucu di dalam video saat Nowell sempat memergoki Jepsen yang sedang memperhatikannya, namun Jepsen langsung bersembunyi di bawah jendela. Adegan kemudian berlanjut ke garasi, tempat ia berlatih lagu dengan band-nya.

Setelah latihan, teman-teman bandnya mendorong Jepsen untuk pergi mencuci mobilnya agar ia mendapat perhatian dari Nowell. Berbagai pose ia lakukan sampai ia jatuh dari kap mobil dengan. Nowell kemudian membantu Jepsen untuk bangun, dan menonton band Jepsen yang sedang berlatih lagu. Setelah Jepsen menuliskan nomor teleponnya, Jepsen melihat Nowell mendekati salah satu teman bandnya, dan siapa sangka bahwa Nowell menunjukkan bahwa ia gay.

Video tersebut menerima tiga nominasi pada tahun 2012 MuchMusic Video Awards di kategori Video Fave UR, Pop Video of the Year, dan Video of the Year.

Aku Belum Pernah Berciuman dengan Siapapun

Aku menyadari aku memang anak manja. Teringat saat aku pindah ke kosan baruku, aku membawa segudang barang-barangku. Bahkan aku diantar oleh dua sepeda motor, yang satu dikendarai ayahku dan yang lainnya oleh kakak sepupuku. Belum cukup itu saja, di perjalanan pun kami sempat kehujanan dan berteduh. Tidak ada hal lain yang aku pikirkan saat itu, tidak ada masalah percintaan, masalah keuangan, masalah kekurangan kasih sayang, atau masalah lainnya di saat itu. Aku begitu menikmati hujan itu dan saat aku mengetikan sepenggalan tulisan ini, hujan pun ikut menemani, aku masih bisa merasakan hangatnya waktu itu. Tiba-tiba air mataku tak terbendung, aku ingin kembali ke masa itu, aku merindukannya.

Aku mendapati kosan dengan jarak sekitar 300 meter dari kampusku, kamarnya ukuran 2×2,5 m2. Ibuku, ia tidak bisa meninggalkanku, ia bahkan menginap sampai 3 hari di kosanku. Aku ingat saat itu bulan ramadhan. Ibuku yang mencari makan untukku, ia benar-benar menyayangiku sampai-sampai ia rela seperti itu demi anaknya. Sisi buruknya, aku menyadari bahwa aku sebagai anak memang sudah keterlaluan.

Hari pertama aku mengikuti orientasi, membosankan. Aku merasa dikelilingi para penumpang mudik. Aku tidak bisa menelaah apa yang mereka katakan. Beberapa mata menatapku seakan mereka ingin memakanku. Hai kawan, apa yang salah denganku? Apa aku berbeda dengan kalian? Aku juga manusia, tolong jangan menatapku seperti itu.

Beberapa dialog yang aku tidak mengerti masuk-keluar di telingaku. Aku bosan, pikiranku mulai melayang ke masa putih abu-abu. Pikiran bodoh terbesit di benakku, aku, aku belum pernah berciuman dengan siapapun!

Dan tiada mengapa kelompokku menunjukku secara aklamasi sebagai ketua kelompok, aku tidak menyadari mengapa bisa begini jadinya. Seorang aku menjadi ketua kelompok dengan nomor 78. Angka yang cukup aku ingat di kala itu atau hanya itu yang aku ingat di hari itu.

Setelah ditunjuk sebagai ketua, tiba-tiba aku mengatakan kepada ibuku, aku mau pulang ke rumah, dan ibuku mengiyakan. Aku pulang bersama ibuku, meninggalkan semua kebosanan di sana.