Coretan Nasib

Perlahan aku kembali menyadari, aku sudah banyak kehilangan hal-hal yang berharga.
Banyak sekali.

Aku kehilangan semua karena diriku sendiri.
Aku kehilangan semua impianku.
Aku tak bisa bangkit.
Aku tetap tertidur dalam gelap tanpa bermimpi apa-apa.
Kalaupun aku terbangun dan aku bermimpi, aku takkan ingat dengan semua mimpi yang indah, kalaupun aku ingat, aku ingat dengan mimpi burukku.

Aku teringat dengan seseorang yang senantiasa mencerminkan diriku.
Sepupuku…

Hidupnya semakin tak terarah..

Begitu juga denganku.

Namun, aku hanya bisa menatap nasibku ini dengan pandangan keji.
Aku sudah terlalu bahagia, sangat bahagia dengan hidupku.

Orang-orang yang mengaku menyayangiku pergi, tanpa mau menunggu untuk aku bahagiakan.
Mereka tak tahu bagaimana rasanya ditinggalkan.

Aku berusaha menyibukkan diriku.
Mencoba melupakan semua yang sudah terjadi.
Tapi takkan pernah bisa sampai kapan pun.

Aku selalu terbayang dengan penderitaanku sendiri.

Nasi sudah menjadi bubur, sekarang bagaimana caranya membuat bubur itu menjadi bubur yang lezat, tapi sayangnya aku bukan tukan bubur…

Nasi goreng tidak akan pernah berubah jadi nasi uduk…
Tapi manusia sampai kapan pun akan tetap lapar.

Juga lapar akan cinta…

Cinta…
Terima kasih selalu menemaniku.

Aku tahu diriku lah kesempurnaan cinta itu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s