Jangan Biarkan Seekor Kelinci Tersiksa

Ketika semua ini sudah berlalu, aku ingin menertawakan semua yang telah terjadi, tidak lagi menangisinya seperti yang dilakukan para balita ketika mainannya diambil oleh temannya atau kehilangan ibunya di saat berada di tengah keramaian.

Aku bukan lagi anak kecil yang membutuhkan belaian kasih sayang dan cinta dari orang-orang sekitarnya, aku hanya butuh kedua kakiku untuk berdiri. Tak kan pernah mungkin kita berdiri dengan kaki orang lain.

Kata demi kata, kenangan demi kenangan, berguguran di pikiranku. Kadang aku merasa hidupku sangat tak terarah, apa yang telah terjadi membuatku hancur, menguras air mataku tetapi inilah hidupku yang begitu sempurna.

Aku takkan berhenti mengeluh sebelum semua ini berakhir.

2 thoughts on “Jangan Biarkan Seekor Kelinci Tersiksa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s