Emosi Jiwa

Desi, begitulah orang-orang memanggil saya. Saya lahir di kota yang sangat indah–Jakarta– tanggal 7 Desember 1989. Sekarang usia saya genap 20 tahun 4 hari. Dengan usia saya yang telah menginjak angka 20 ini, saya mengalami banyak hal, yah banyak sekali. Ternyata di dunia ini bukan hanya ada kebahagiaan tetapi hidup juga diselimuti dengan begitu banyak kesedihan. Yah, inilah yang disebut hidup.

Pernah ada seseorang guru bahasa yang mengatakan bahwa semakin banyak kita bercermin, semakin kita mengetahui di man letak kekurangan kita. Hal ini sekaligus mengindikasikan bahwa yang paling tahu tentang kelebihan dan kekurangan di diri kita adalah kita sendiri, bukan orang tua kita, bukan juga teman kita, bukan juga mereka yang telah mengenal baik diri kita.

***

Saya adalah seorang perempuan yang senang membantu seorang teman. Selama saya bisa membantu mereka, pasti akan saya bantu. Tetapi hal tersebut justru membawa high risk juga bagi saya. Saya suka berpikir mengapa mereka (baca: teman-teman saya) kerap kali bertindak tidak seperti apa yang semestinya dilakukan. Setiap kali mereka meminta bantuan, dengan senang hati saya laksanakan; sementara di sisi lain saat saya meminta bantuan yang notabene sangat mudah sekali, mereka menolak tanpa pikir panjang.

“Kalau aku di posisimu, aku pasti akan segera membantu ‘nya’ yang sedang membutuhkan bantuan.”

Sehingga kalimat itulah yang kerap kali terngiang di telinga saya, setiap kali mereka mengecewakan saya.

Tidak hanya itu, saya juga seorang wanita yang tidak suka menyakiti perasaan orang lain. Apapun yang mereka katakan jika menyinggung perasaan saya, saya hanya bisa diam tanpa membalas sepatah kata pun. Mungkin memang benar, diam adalah emas.

Dari semua perilaku saya di atas, justru membuat saya memiliki kelemahan yang sangat fatal. Di saat titik kesabaran saya terlampaui, semua yang ada di dalam perasaan saya cenderung meledak, saya lupa dengan semua hal indah yang pernah saya lalui bersama mereka yang notabene telah menghabiskan kesabaran saya. Beberapa orang yang telah menyaksikan saat emosi say meledak menyatakan bahwa jika saya sudah marah, siapapun takut dibuatnya.

Sepertinya sudah cukup dengan penjelasan tentang emosi jiwa yang saya alami.

***

Sekarang saya akan mencoba menjelaskan beberapa cara meng-handle emosi itu.

Semakin lama, saya semakin mmemahami diri saya sendiri. Banyak hal yang telah terjadi dengan saya. Hanya orang bodoh saja yang membiarkan dirinya berlarut-larut dalam kelemahan yang sama selama bertahun-tahun.

Hal pertama yang tidak mungkin dilakukan adalah saya juga tidak dapat menghindari untuk berinteraksi dengan mereka, yah karena:

“Without friends, I’m so nothing.”
Saya bukan apa-apa, tanpa mereka.

Selanjutnya, mungkin sudah menjadi suatu hal yang lazim apabila kita memikirkan sesuatu yang tidak sejalan dengan pemikiran kita. Lantas, sepertinya saya tidak dapat mengubah perilaku saya yang suka menempatkan posisi mereka ke dalam posisi yang seharusnya saya lakukan.

Jalan terakhir yang telah saya tempuh untuk menanggulanginya adalah saya berusaha untuk tidak terlalu dekat dengan mereka, tetapi saya juga berusaha untuk tidak terlalu jauh dengan mereka. Jauh-dekat di sini mengindikasikan ikatan emosional yang dipacu oleh hubungan kekerabatan kita.

Saya mempunyai banyak teman, tetapi hanya beberapa yang bisa menjadi sahabat karib saya.

Dan ketika ‘emosi’ itu meledak, saya berusaha untuk tidak bertatap muka dengan mereka atau sesegera mungkin menghindari kontak langsung dengannya, menenangkan diri sejenak, dan membicarakan kembali semua masalah dengan kepala dingin.

Yah, setiap orang pasti punya cara masing-masing untuk meredakan emosinya.

***

3 thoughts on “Emosi Jiwa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s