Kriteria Pria Idaman Seorang Wanita

Kriteria pria idaman tiap wanita berbeda-beda. Memang benar, aku menyadari hal itu sangat benar. Aku pun punya kriteria sendiri untuk memilih siapa yang akan menjadi suamiku kelak.
Aku akan mencoba memaparkan beberapa kriteria pria idamanku. Aku meluncurkan artikel ini bukan ingin mencari jodoh lewat dunia maya, tetapi semata-mata hanya ingin berbagi kepada para pembaca di luar sana bahwa cinta itu, jangan hanya mengandalkan perasaan semata, kini kalian juga harus menggunakan otak kalian untuk mempertimbangkan masak-masak sebelum jatuh sejatuh-jatuhnya dalam cinta.

Ini beberapa kriteria pria idamanku :

1. Masa Lalunya Harus Aku Bisa Terima Minimal 80 %
Mengapa kriteria pertamaku seperti ini? Orang bilang, masa lalu biarlah berlalu, yang terpenting adalah masa sekarang dan masa depan. Oke, memang pernyataan itu benar, tapi bagiku masa lalu adalah memori dan memori adalah satu-satunya kepercayaan yang dimiliki seorang manusia saat semua hal tidak lagi berguna.
Aku tidak mau pria idamanku nanti punya memori yang ‘aneh’ dalam masa lalunya. Memori kenakalan remaja yang ia lakukan bersama teman-temannya atau bahkan pacarnya. Aku juga tidak mau dia memiliki memori percintaan yang terlalu dalam terhadap mantannya. Aku benar-benar tidak menginginkan hal itu.
Bagiku masa lalu adalah bagian terpenting dari seorang manusia dan masa lalu takkan pernah bisa kita ubah.

2. Pengorbanan
Mungkin kata ini secara umum bisa mendefinisikan bagaimana cinta itu. Beberapa orang mengatakan cinta adalah pengorbanan. Aku lumayan setuju, walaupun tidak sepenuhnya setuju.
Pengorbanan adalah salah satu tolak ukur terpenting untuk mengetahui seberapa besar seseorang cinta kepadaku. Kalau selama ini pengorbanannya hanya sekadarnya saja, ya berarti dia hanya cinta kepadaku juga hanya sekadarnya saja.
Kita bisa mengetahuinya dari berbagai macam cara, apa yang sekiranya orang lain tak akan lakukan untuk kita tapi dia bisa melakukannya untuk kita. Contohnya, kalau si dia beda agama, dia rela untuk pindah agama demi aku. Haha, khayalanku terlalu memaksakan sepertinya.
Contoh masalah sederhana: Orang bilang manusia itu tidak suka diatur, kata siapa? Buktinya untuk membuat dunia ini aman dan tertib, aturan diciptakan oleh banyak orang dari mulai aturan beragama, bersosial, sampai meludah pun saja ada aturannya.
Aku bersedia diatur oleh pasanganku, selama aturan itu membuat kami merasa saling dihargai satu sama lain. Aku bersedia karena aku tahu dia pantas untuk mendapatkannya. Akan tetapi kalau pasanganku sudah mulai menunjukkan gelagat tidak suka diatur, oke lebih baik aku tidak lagi bersamanya. Aku lebih suka memberikan kebebasan kepadanya untuk tidak akan diatur-atur lagi olehku, aku akan melepaskannya.

3. Paras Wajah (Opsional)
Orang bilang, “Don’t judge a book from the cover.” Iya benar, tetapi kalau yang ini aku mencoba mempertimbangkannya masak-masak, makanya aku beri keterangan tambahan ‘opsional’, hehe… Yang artinya kriteria yang satu ini tidak mutlak alias kalau ada syukur, kalau tidak juga tidak apa-apa kok.
Aku si wanita yang suka berkhayal ini, suka sekali memimpikan beberapa aktor favoritku. Kadang aku ingin suamiku kelak memiliki wajah setampan Takashi Kashiwabara, Asthon Kutcher, Jo In-Sung, Lee Min-ho atau Rio Haryanto. Sepertinya banyak sekali ya.
Setidaknya kita akan diberikan pilihan, memilih yang terbaik di antara yang baik. Semoga saja apa yang aku inginkan sesuai dengan apa yang aku butuhkan.

4. Bisa Diterima dengan Hangat oleh Keluarganya
Ini hasrat yang timbul karena kini aku hanya seorang anak piatu. Aku ingin ibunya juga akan menyayangiku seperti anaknya sendiri, aku ingin ayahnya juga menyayangiku. Aku rindu dengan kasih sayang orang tua. Aku tidak ingin mereka seakan-akan hanya menganggapku seorang menantu yang tidak perlu diperlakukan seperti anaknya sendiri, aku hanya dianggap orang luar belaka.
Aku ingin aku dan dia bersama keluarganya melebur jadi satu. Aku ingin merasakan hangatnya kebersamaan.

Kalau salah satu dari empat kriteria di atas ada yang tidak terpenuhi, aku tidak bisa terus melanjutkan hubungan itu. Dari berbagai pengalaman yang telah aku dapat, semua kriteria itu sangat mempengaruhi kebahagian aku dan psanganku nantinya.

Kini, aku berdoa kepada Tuhan agar aku diberikan kesempatan dan kesabaran untuk bertemu dengannya kelak.

18 thoughts on “Kriteria Pria Idaman Seorang Wanita

  1. “Ini hasrat yang timbul karena kini aku hanya seorang anak piatu. Aku ingin ibunya juga akan menyayangiku seperti anaknya sendiri, aku ingin ayahnya juga menyayangiku. Aku rindu dengan kasih sayang orang tua.”

    kalo udah ga punya bapak ibu gimana des?udah ga masuk kriteria ya?đŸ˜€

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s