Memperbaiki Masa Lalu

Setelah aku menikah, aku merasakan beberapa perubahan mendalam dalam diriku.
Aku tiba-tiba ingin memperbaiki hubunganku dengan semua pria yang dulu menjadikanku sebagai pemilik hatinya.

Sejenak aku tersenyum kecil, aku teringat aku di masa itu.
Bak seorang gadis yang sempurna, aku menginginkan seorang pria yang sempurna, aku menginginkan dia yang tampan, berkecukupan, memiliki kendaraan yang bisa digunakannya untuk menjemputku setiap saat, dan yang terpenting ia rela mengorbankan apapun demi diriku.

Dan ternyata,
Aku bisa mendapatkan pria seperti itu dengan mudah….

Namun sayangnya, setelah hubungan itu kandas, hubungan kami pun lenyap, kami bak dua orang yang tak pernah mengenal.

Tapi itu dulu,
Aku sangat ingin memperbaiki itu semua.

Sedikit tentang kisah cinta pertamaku di masa perkuliahan, aku menjalin hubungannya sekitar 500 hari.
Hubunganku kandas karena ia tidak tahan dengan sikapku, ia memutuskanku dan kembali kepada wanita impiannya dulu.
Sebulan setelah ia memutuskanku, aku juga kehilangan orang yang paling penting dalam hidupku, ibu.
Saat itu adalah saat-saat terburuk dalam hidupku.

Beberapa kali ia kerap menanyakan kabarku, tapi aku tidak pernah merespon. Mungkin ada perasaan kasihan terhadap diriku, atau sedikit perasaan bersalah… entahlah…

Aku sedikit berdiskusi kecil dengan suamiku, aku meminta pendapatnya. Kebetulan suamiku pernah menjadi teman sekelasnya ketika mereka tingkat 2 perkuliahan.

Aku mengetikkan sepenggalan sms yang isinya merangkum bagaimana kabarnya, bagaimana keadaan keluarganya, dan bagaimana pekerjaannya.

Dan sepertinya tidak ada respon…….

….

Ia mengabaikan smsku, mungkin ia mempertanyakan niatku.
Atau mungkin karena ia berpikir selama ia mengirimiku sms, aku juga tak pernah membalas smsnya?

Mungkin….

Aku tidak ingin membangkitkan perasaan apa-apa baik terhadapnya atau dia terhadapku.
Aku ingin apa yang pernah terjadi dulu, baik kesedihan ataupun air mata, sekarang bisa kami tertawakan bersama.
Aku ingin mengatakan bahwa aku telah memaafkannya dan aku ingin dia terlepas dari rasa bersalahnya.

2 thoughts on “Memperbaiki Masa Lalu

  1. Klo kmu masih ada niat buat baikan sebagai teman sih gpp di lanjutkan, tapi menurutku sih tunggu sampe dia menikah, soalnya mungki saja mantan mu itu masih terkejut entah karena kmu nikah duluan atau dia menyesal dan malu🙂

  2. Iya Yop, orang lain gak akan pernah tahu niat baik kita kalau belum diizinkan untuk mewujudkannya sampai ke tindakan nyata. Aku berdoa semoga Tuhan bisa memperbaiki ini semua perlahan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s