Keyakinan

Saat daftar ulang, aku ditemani oleh ibuku. Sepertinya ia sangat bersemangat, terpancar sekali kebahagian yang luar biasa di matanya. Aku merasakan betapa hebatnya kasih sayang seorang ibu. Ia banyak mengatakan segala macam impiannya saat nanti aku telah lulus dari sekolah tinggi itu.

Tiga kali pergantian bus umum, aku begitu lelah. Sampai di depan sekolah tinggi itu, aku menatap sebuah papan nama dengan jelas, Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN), yang akan menjadi kampus tercinta selama tiga tahun ke depan. Aku tak heran lagi dengan pemandangan di sekeliling kompleks kampus, banyak lahan kosong dengan tumbuhan liarnya, beberapa hewan berkeliaran bak rumahnya yang begitu luas, gedungnya tua dan usang, seakan mencerminkan keadaan Negara yang memeliharanya tanpa cinta kasih.

Aku tak memperdulikan hal-hal yang aku dapati ketika itu. Aku bosan, panas, lapar, hanya itu yang bisa aku keluhkan. Antrian begitu panjang, mereka-mereka sepertinya bahagia sekali, tapi tak terekam jelas satu pun wajah mereka saat itu. Ya, aku memang seapatis itu sejak dulu.

Beberapa orang memperhatikan penampilanku, oh ternyata memang aku salah kostum. Ops.. harusnya menggunakan seragam putih dengan bawahan hitam, sementara aku mengenakan blue jeans lengkap dengan kaus oblong.

Ada seorang ibu yang nampaknya calo kos-kosan mencoba untuk mendekati aku dan ibuku, ia sekan berbaik hati memberikan bantuan. Tapi adakah bantuan yang bisa diberikan seorang manusia kini jika tanpa balas jasa? Aku pikir, tidak ada. Kami menyetujui untuk menerima bantuannya, toh apalagi yang kami bisa lakukan. Aku berganti pakaian di pos satpam, lalu aku menuju lokasi daftar ulang yang sangat rumit. Membutuhkan waktu lebih dari 3 jam untuk melengkapi semuanya.

Di tempat pemberhentian terakhir aku bertemu dengan seorang panitia yang menyambutku dengan meriah. Namanya Sofi, sepertinya sekarang dia sudah lupa denganku.😦 Dia adalah salah seorang guru bimbel STAN untuk BMC. Aku ingat pernah banyak melakukan banyak hal yang mebuat Kak Sofi hafal denganku. Ia hanya mengatakan bahwa ia sudah yakin aku pasti akan lolos USM STAN.

Keyakinan… sederhana memang, tapi kadang keyakinan itu akan membawa kita kepada suatu hal yang kita inginkan.

2 thoughts on “Keyakinan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s