Aku Belum Pernah Berciuman dengan Siapapun

Aku menyadari aku memang anak manja. Teringat saat aku pindah ke kosan baruku, aku membawa segudang barang-barangku. Bahkan aku diantar oleh dua sepeda motor, yang satu dikendarai ayahku dan yang lainnya oleh kakak sepupuku. Belum cukup itu saja, di perjalanan pun kami sempat kehujanan dan berteduh. Tidak ada hal lain yang aku pikirkan saat itu, tidak ada masalah percintaan, masalah keuangan, masalah kekurangan kasih sayang, atau masalah lainnya di saat itu. Aku begitu menikmati hujan itu dan saat aku mengetikan sepenggalan tulisan ini, hujan pun ikut menemani, aku masih bisa merasakan hangatnya waktu itu. Tiba-tiba air mataku tak terbendung, aku ingin kembali ke masa itu, aku merindukannya.

Aku mendapati kosan dengan jarak sekitar 300 meter dari kampusku, kamarnya ukuran 2×2,5 m2. Ibuku, ia tidak bisa meninggalkanku, ia bahkan menginap sampai 3 hari di kosanku. Aku ingat saat itu bulan ramadhan. Ibuku yang mencari makan untukku, ia benar-benar menyayangiku sampai-sampai ia rela seperti itu demi anaknya. Sisi buruknya, aku menyadari bahwa aku sebagai anak memang sudah keterlaluan.

Hari pertama aku mengikuti orientasi, membosankan. Aku merasa dikelilingi para penumpang mudik. Aku tidak bisa menelaah apa yang mereka katakan. Beberapa mata menatapku seakan mereka ingin memakanku. Hai kawan, apa yang salah denganku? Apa aku berbeda dengan kalian? Aku juga manusia, tolong jangan menatapku seperti itu.

Beberapa dialog yang aku tidak mengerti masuk-keluar di telingaku. Aku bosan, pikiranku mulai melayang ke masa putih abu-abu. Pikiran bodoh terbesit di benakku, aku, aku belum pernah berciuman dengan siapapun!

Dan tiada mengapa kelompokku menunjukku secara aklamasi sebagai ketua kelompok, aku tidak menyadari mengapa bisa begini jadinya. Seorang aku menjadi ketua kelompok dengan nomor 78. Angka yang cukup aku ingat di kala itu atau hanya itu yang aku ingat di hari itu.

Setelah ditunjuk sebagai ketua, tiba-tiba aku mengatakan kepada ibuku, aku mau pulang ke rumah, dan ibuku mengiyakan. Aku pulang bersama ibuku, meninggalkan semua kebosanan di sana.

2 thoughts on “Aku Belum Pernah Berciuman dengan Siapapun

  1. Membaca tulisanmu, aku sedih. Mengingatkanku bahwa aku juga sangat menginginkan bisa kembali ke masa lalu.
    Di sisi lain, aku pernah diberitahu teman bahwa kita harus tetap bersyukur apapun itu. Mungkin kamupun pernah mendengar kata-kata itu. Karena yang aku lihat di tulisan-tulisanmu bahwa kamu termasuk orang yang beruntung tetapi tidak bersyukur.

    • wow,
      Aku kaget membaca komentarmu.
      sepertinya kamu sangat mengenalku ya.

      Mungkin ada benarnya apa yang dikatakanmu, tapi gak sepenuhnya benar.
      Aku memang termasuk orang yang beruntung di beberapa sisi kehidupan, tapi sisi kehidupan yang lain aku tidak atau kurang beruntung.

      Aku mensyukuri semua yang telah terjadi, aku menerima semua doa yang dikalahkan oleh takdir yang telah digariskan-Nya kepadaku.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s